
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Paser menggelar webinar atau seminar pendidikan daring (online) yang dibuka oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli.
Webinar yang mengangkat tema persiapan pembelajaran tatap muka tahun 2021, berlangsung di ruang rapat Sadurengas Kantor Bupati Paser, Rabu (05/05/2021).
Bupati Fahmi dalam sambutannya mengatakan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama satu tahun lebih telah memengaruhi aktivitas belajar dan mengajar di semua tingkatan sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.
“Saat ini, imbas dari pandemi pembelajaran masih melalui daring. Ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 demi keselamatan jiwa para guru maupun murid,”
Bupati Paser dr.Fahmi Fadli
Dia menambahkan, pembelajaran tatap muka di sekolah dapat menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 bila tak memenuhi seluruh persyaratan yang wajib dipenuhi.
Selain itu, menurutnya lingkungan sekolah peserta didik akan berinteraksi sangat dekat sehingga dapat menyebabkan kerumanan dan meningkatkan Covid-19.
“Harapan saya untuk pembelajaran tatap muka, masyarakat Kabupaten Paser harus bersabar, karena Pemkab harus berhati-hati dalam menghadapi Covid-19,” ucap Fahmi.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser Murhariyanto mengatakan pihaknya telah siap mempersiapkan pembelajaran tatap muka sejak beberapa bulan lalu.
Diantaranya sosialisasi ke sekolah tentang simulasi penerapan protokol kesehatan hingga melengkapi sarana dan fasilitas kesehatan.
Persyaratan lain untuk bisa dilakukan tatap muka yakni tenaga pendidik harus menjalani vaksinasi.
Murhariyanto mengatakan tenaga pendidik SD akan menjalani vaksinasi di pekan kedua bulan Mei.
Sementara guru SMP dan SMA akan selesai vaksinasi di pekan ketiga di bulan Mei.
Murhariyanto menjelaskan jika persyaratan itu semua telah dipenuhi, ia akan mengusulkan ke Bupati untuk pembelajaran tatap muka untuk mendapatkan izin.
“Insya Allah vaksinasi guru akan selesai di bulan Juli, dan tinggal menunggu keputusan Bupati,” ujar Murhariyanto.
Pada Juni 2021 nanti secara nasional pembelajaran tatap muka dumulai sudah dengan konsep 50 persen dari peserta didik yang hadir.
Murhariyanto berharap para guru selesai vaksinasi di bulan Mei sehingga sekolah dapat kembali dibuka.
“Para wali murid juga sudah mengharapkan sekali sekolah di buka,” kata Murhariyanto. (sas)






