
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Bankaltimtara Cabang Tanah Grogot Yudhi Susatyo tentang peluncuran Dashboad Pendapatan Asli Daerah (PAD), di Pendopo Kabupaten, Senin (10/05/2021).
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli mengatakan Dashboard PAD merupakan media untuk memonitor secara realtime PAD Kabupaten Paser.
“Dengan adanya Dashboard ini, kami harap perangkat daerah dapat memaksimalkan PAD dengan berinovasi sehingga pendapatannya bisa digunakan untuk pembangunan,”
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli
Bupati Fahmi meminta perangkat daerah bersinergi dalam pengawasan potensi PAD sebab masih banyak potensi yang bisa digali seperti pendapatan dari sarang burung walet, reklame, mineral hutan logam dan batuan, restoran atau rumah makan, tempat hiburan, yang semuanya selalu berkembang.
“Perangkat daerah agar peran aktif koordinasi, bahu membahu meningkatkan PAD. Yang terpenting bagaimana informasi pentingnya membayar pajak bisa sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Kepala Badan Pendapatan Daerah Afra Nahetha mengatakan pada tahun 2021 ini Pemerintah Daerah menargetkan PAD sebesar Rp147 Milar.
“Tahun ini kami targetkan lebih besar dari tahun lalu, sekitar Rp147 Milar. Kalau tahun lalu Rp136 Miliar,” kata Afra.
Dashboard PAD, kata Afra akan digunakan Bupati dan Wakil Bupati Paser, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Bapenda.
“Kenapa harus dimantau. Di daerah lain PAD bisa langsung dilihat secara cepat. Seperti PAD restoran, sarang burung walet, reklame, itu pasti akan kita genjot. Harapan dengan aplikasi ini untuk mengurangi kebocoran dan vadilitas data,” ungkap Afra. (adv)






