
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Lonjakan kasus Covid-19 akhir-akhir ini di Kabupaten Paser membuat kebutuhan plasma konvalesen untuk penyembuhan pasien Covid-19 cukup tinggi.
“Kebutuhan donor plasma tergolong masih lebih tinggi dibandingkan persediaan stok darah yang ada di UDD PMI Paser,”
Kepala UDD PMI Paser, dr Ahmad Hadiwijaya
Pria yang akrab disapa dr Hadi itupun berharap para penyintas Covid-19 agar bisa datang ke PMI untuk mendonorkan plasmanya.
“Kami mengharapkan penyintas bisa mendonorkan plasmanya untuk membantu pengobatan pasien Covid-19,” ucapnya.
Adapun calon pendonor plasma konvalesen, lanjut Hadi harus memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain memiliki
riwayat terkonfirmasi Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh berdasarkan surat keterangan dari dokter.
Baca Juga :
- BPS Paser Terjunkan 264 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
“Berusia 17-60 tahun dengan berat badan minimal 55 kg. Diutamakan pria, wanita yang belum pernah hamil dan tak ada gejala minimal 14 hari setelah dinyatakan sembuh,” terangnya.
Selain itu, calon pendonor dipersyaratkan tidak memiliki penyakit komorbid, tidak melebihi 6 bulan setelah dinyatakan sembuh serta memenuhi persyaratan donor pada umumnya.
“Bagi penyintas yang sudah vaksin Sinovac boleh mendonorkan plasmanya 2 minggu setelah vaksin kedua, atau 1 bulan setelah vaksin Astra zeneca yang pertama,” kata Hadi. (rih)






