
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kabupaten Paser membagikan berupa 500 healthy pocket kepada warga yang terdampak banjir di dua kecamatan.
Healthy Pocket merupakan paket yang disiapkan BSMI Paser untuk menjaga kesehatan warga di saat banjir dan pasca banjir yang melanda sejak awal Oktober lalu.
“Paket kesehatan disalurkan ke beberapa posko induk, posko donasi & posko dapur umum di Kecamatan Long Ikis dan Long Kali,”
Ketua BSMI Kabupaten Paser H.Dakran, Sabtu (9/10/2021)
Peket tersebut antara lain berisi multivitamin, sabun dettol, anti nyamuk lotion, sikat gigi, pasta gigi, minyak kayu putih, dan masker
“Pemberian paket tersebut juga menjadi prioritas utama selaras dengan kebutuhan sembako kepada warga yang terdampak,” ucapnya.
Selain itu, sambungnya, BSMI Paser juga menyerahkan sejumlah bantuan kotak air mineral dan mie instan ke dapur umum di wilayah banjir.
“Semoga bantuan ini segera di manfaatkan dan meringankan beban masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” harapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Seperti diberitakan sebelumnya, bencana banjir melanda Kecamatan Long Ikis, Kecamatan Muara Komam dan Kecamatan Batu Sopang di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur akibat curah hujan dengan intensitas tinggi.
Hujan menyebabkan Sungai Kandilo dan Sungai Sakerau meluap dan tidak mampu menahan debit air, sehingga menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Paser, Senin, 4 Oktober 2021.
Selain luapan dua sungai tersebut, banjir juga disebabkan oleh adanya air kiriman dari wilayah hulu sungai dan minimnya daerah resapan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kandilo dan Sungai Sakeau.
Data yang dihimpun BNPB, banjir telah berdampak kepada 152 KK/717 jiwa yang tinggal di tiga kecamatan. Kurang lebih sebanyak 450 jiwa terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat masing-masing.(rih)






