
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Kabupaten Paser menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang berada dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.
Hal ini berdasarkan instruksi Kementrian Dalam Negeri Nomor 58 Tahun 2021 yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di enam wilayah.
Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Kabupaten Paser I Dewa Made Sudarsana mengakui penyebab status Kabupaten Paser berada pada level 3 karena cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dibawah 50%.
“Cakupan vaksinasi dosis pertama kita perhari ini baru mencapai 48,66%. Perlu kerja keras bersama untuk mencapai 50%,”
Kadinkes PASER, I Dewa Made Sudarsana, Rabu, (10/11/2021)
Selain cakupan vaksinasi dosis pertama, lanjut Dewa, target vaksinasi bagi para lansia juga menjadi kriteria penetapan PPKM level 3 di Kabupaten Paser.
“Ada pula ketentuan pencapaian vaksinasi untuk lansia. Target itu juga masih dibawah 40%,” terangnya.
Dewa menambahkan, sebelumnya target vaksinasi untuk lansia hanya diberlakukan untuk wilayah Jawa dan Bali berdasarkan Irmendagri No 57 tahun 2021.
Dewa menyebut, selain kriteria cakupan vaksinasi, ada beberapa kriteria yang digunakan Kementerian Dalam Negeri dalam penetapan status PPKM.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Kriteria yang ditetapkan itu antara lain zona pengendalian Covid-19, dan jumlah kasus meninggal dunia akibat Covid-19.
“Berdasarkan zona, hanya kuaro yang berada di zona kuning. Sedangkan kecamatan lainnya di zona hijau. Untuk kasus kematian tidak ada. Hanya satu dirawat selama dua minggu ini,” jelasnya.
Dewa juga menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan cakupan, mengingat pentingnya vaksinasi dalam percepatan penanganan Covid-19.
“Vaksinasi ini menjadi tolak ukur yang harus segera dicapai,” kata Dewa. (ms)






