
MNEWSKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di persimpangan menuju Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (21/1/2022) pagi.
Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Kombes Sonny Irawan mengatakan, ada enam unit mobil dan 10 sepeda motor yang ditabrak truk tronton.
Melalui rekaman kamera CCTV Dinas Perhubungan Balikpapan, tampak truk kontainer menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti lantaran lampu merah.
“Ada sebuah truk kontainer yang kami terima sementara informasinya mengalami rem blong. Kemudian, kendaraan yang berhenti di lampu merah, akhirnya tertubruk,”
Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Kombes Sonny Irawan
Kecelakaan beruntun di Balikpapan ini diduga rem truk kontainer bermuatan 20 ton kapur tersebut blong.
“Sopir truk tronton dalam keadaan sehat. Pengemudi truk itu kini sudah diamankan polisi,” ucapnya.
Sebelum tragedi terjadi, truk kontainer bernomor polisi KT 8534 AJ melaju dengan kecepatan tinggi menuruni jalan Soekarno-Hatta menuju perempatanĀ Muara Rapak.
Baca Juga :
- Bidik Emas di Kandang Sendiri! AFI Paser Datangkan Pelatih Liga Profesional untuk Taklukkan Porprov Kaltim 2026
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan dari data terbaru yang dirilis Kepolisian Daerah Kaltim, empat orang dilaporkan meninggal akibat kecelakaan beruntun itu.
“Data sementara ada 4 orang meninggal dunia. Satu orang yang ditangani karena kritis, dan 21 orang lainnya luka-luka,” ujarnya.
Yusuf menambahkan, bahwa sopir truk sempat merusaha menurunkan kecepatan gigi dengan menggunakan engine brake. Namun karena laju kendaraan sudah tak mampu lagi dihentikan.
“Keterangan supir truk tronton, pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan terjadinya rem blong,” kata Yusuf. (pm)






