
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Warga Desa Pengguren Jaya Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser setelah puluhan tahun akhirnya dapat menikmati listrik PLN selama 24 jam penuh.
Masuknya pasokan listrik PLN di desa ini ditandai dengan penekanan saklar oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana didampingi Ketua Komisi II DPRD Paser Ikhwan Antasari, Kamis (10/2/2022).
Adi Maulana yang hadir mewakili Bupati Paser mengatakan penggunaan sumber energi listrik memiliki peranan vital dalam menunjang kehidupan manusia sehari-hari.
“Listrik bukan hanya menerangi kehidupan saat malam hari saja, melainkan menjadi sumber daya utama dan berperan penting dalam bergulirnya ekonomi warga,”
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana
Menurut Adi, kini masih ada 11 desa di Kabupaten Paser yang belum menikmati aliran listrik PLN. Pemkab Paser juga berkomitmen untuk mendukung PLN dalam menjangkau elektrifikasi di seluruh desa.
“Kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya atas langkah PLN dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Ini merupakan upaya bersama untuk mewujudkan visi Kabupaten Paser yang maju, adil dan sejahtera,” ungkapnya.
Dia mengingatkan agar tetap bijak menggunakan energi listrik dari perusahaan milik negara tersebut. Diharapkannya, dengan teralirinya listrik 24 jam itu mampu meningkatkan produktivitas dan ekonomi warga.
Baca Juga :
- Air Macet dan Keruh Jadi Sorotan, DPRD Paser Desak Perumdam Tirta Kandilo Rombak Kinerja Layanan!
- Wephouria Fest 2026 Jadi Panggung 27 Band Lokal, Gaungkan Semangat Anti Narkoba di Paser
- Satu Desa Satu Gerai: Kodim 0904/Paser Genjot Pembangunan KDMP Targetkan Rampung Juni
- Paser Siapkan Gerakan “Mabar” untuk Bangkitkan Semangat Mengaji Pelajar SMP
- Tanpa Insinerator dan Open Dumping, Paser Terapkan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
“Dengan adanya listrik ini, dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga setempat,” kata Adi.
Diketahui, sebelumnya warga Desa Pengguren Jaya selama ini mengandalkan daya listrik berasal dari genset desa yang hanya beroperasi pukul 18.00 hingga 23.00 Wita.
Dari total 187 Kepala Keluarga (KK), ada sekitar 157 KK yang sudah menikmati listrik, sedangkan sisanya masih belum terpasang dan sebagian lagi belum mendaftar ke kantor desa. (rh)






