
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Paser mengelar kegiatan halal bihalal dan simposium ilmiah yang diikuti para dokter spesialis dan umum di Kabupaten Paser.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Kyriad Sadurengas pada Rabu (1/6/2022) ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser Romif Erwinadi, Direktur RSUD Panglima Sebaya dr Kamal Anshari, serta Ketua PPNI Paser Suparno.
Romif yang hadir mewakili Bupati Paser menyampaikan silaturahmi halal bihalal IDI Paser sebagai momentum untuk turut membangun Paser yang Maju Adil dan Sejahtera (MAS).
“Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Paser mengucapkan memohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh dokter yang tergabung di IDI Paser,”
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser Romif Erwinadi
Melalui tema “Bersama Dalam Ukhuwah Untuk IDI Reborn Berbakti Untuk Negeri Mengabdi Untuk Rakyat,” sambung Romif, ada cita – cita luhur dan mulia yang ingin disampaikan oleh IDI Paser.
“Saya memaknainya bahwa semangat ukhuwah akan terus terbangun, bukan hanya sesama dokter, dengan pemerintah tetapi juga silaturahmi dengan masyarakat Paser,” kata Romif.
Baca Juga :
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
- 19 Sapi dan 9 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Agung Nurul Falah Paser
Sementara, Ketua IDI Paser dr Ahmad Hadiwijaya mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama sehari itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-114.
Dalam HBDI ke 114, kata pria yang akrab di sapa Hadi, IDI menginginkan wajah baru dokter Indonesia yang lebih komunikatif, inovatif, cepat merespon permasalahan kesehatan di masyarakat.
Dia menambahkan, IDI dan Pemkab Paser juga terus bersinergi dan berkesinambungan dalam merealisasikan berbagai program peningkatan kesehatan bagi masyarakat.
“Kita ada program pencanangan penanggulangan stunting di Kabupaten Paser dengan konsumsi telur, pengobatan gratis hingga pelatihan kegawatdaruratan bagi para supir ambulans,” terang hadi.
Sedangkan pada simposium ilmiah, Hadi mengatakan, membahas 3 materi seputar perkembangan ilmu pengetahuan dan serta permasalahan baru dibidang medis yang diisi oleh pemateri berkompeten dibidangnya.
“Materi yang disampaikan mengenai kode etik kedokteran, permasalahan stunting dan membahas penyakit hepatitis akut yang saat ini belum diketahui penyebabnya,” kata Hadi. (rh)






