
MNEWSKALTIM.COM, BALI – Bupati Paser dr Fahmi Fadli membuka kegiatan Studi Tiru dan Peningkatan Kapasitas Manajemen Pemerintahan Desa (Pemdes) angkatan ke IX 2022 di Bali, Jumat (15/7/2022).
Kegiatan yang diikuti Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Paser itu mengangkat tema “Strategi Memanfaatkan dan Meningkatkan Potensi Desa Menuju Desa Mandiri” berlangsung dari 15 hingga 18 Juli 2022.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan Ketua TP PKK Kabupaten Paser Ny Sinta Fahmi Fadli, Kepala Dinas Pariwisata Bali I Nyoman Rudiarta, para Camat serta perangkat daerah.
Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mengatakan langkah peningkatan kapasitas pemdes dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa yang lebih baik.
“Hal itu sejalan untuk mewujudkan pemerintah desa yang partisipatif akuntabel serta transparan, guna menjadikan misi pemerintahan kabupaten yang maju, adil, sejahtera,”
Bupati Paser, dr Fahmi Fadli
Guna mencapai misi itu, kata Fahmi, perlunya dukungan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan profesional sehingga memberikan kontribusi yang efektif dalam pelaksanan di masing-masing desa.
“Salah satu upaya mencapai sumber daya manusia yang produktif, handal dan profesional pemerintah desa adalah melalui kegiatan ini,” ucapnya.
Bupati juga berharap, melalui studi tiru ini menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk mempelajari, kemudian mengaplikasikan serta mengembangkan dan memberdayakan potensi yang ada di desa.
“Kesempatan ini kita manfaatkan untuk belajar, mengamati dan menganalisis, kenapa desa-desa tersebut bisa maju. Karena pada dasarnya, potensi dan karakteristik desa cenderung sama,” ungkapnya.
Baca Juga :
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
- DPRD Paser Siapkan Payung Hukum Fasilitasi Pesantren, Pansus II Mulai Serap Masukan
- DPRD Paser Soroti Kabel Menjuntai hingga Fasilitas Rusak di Hutan Kota Tanah Grogot
Penutup, Bupati mengisyaratkan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur akan membawa dampak besar atau multiplier effect terhadap berbagai sektor di Paser, termasuk potensi wisata desa.
“Ketika SDM kita sudah siap, maka peluang sektor pariwisata harus segera dikembangkan seiring perpindahan ibu kota negara baru,” kata Fahmi. (adv)






