
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Anggota Komisi II DPRD Paser, Lamaludin optimistis program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) mampu berkontribusi menurunkan angka stunting di Kabupaten Paser.
Hal itu ungkapkan Lamaludin ketika menghadiri pengukuhan Dandim 0904/Paser, Letkol Inf Ary Susetyo sebagai BAAS oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim-Kaltara, Sunarto.
“Dengan dikukuhkannya Dandim sebagai bapak asuh, harapannya bisa menurunkan angka stunting sesuai target pada 2024 menjadi 14 persen,”
Anggota Komisi II DPRD Paser, Lamaludin, Senin (31/10/2022)
Lamaludin yakin program-program kerja atau rencana yang bakal dilakukan oleh Ary Susetyo memberikan kontribusi bagi penurunan angka stunting melalui upaya-upaya pencegahan dan implementasi nyata di lapangan.
“DPRD khususnya komisi dua insya Allah pasti proaktif untuk mendukung program yang dilaksanakan oleh pemerintah,” kata politikus Partai Demokrat Paser itu.
Sementara itu, Ary Susetyo mengatakan bahwa program itu tindak lanjut dengan telah dikukuhkannya Kepala Staf TNI AD, Jenderal Dudung Abdurachman sebagai BAAS Nasional, hingga berlanjut turun ke bawah sampai jajaran Kodim.
“Ini salah satu program dari KASAD bahwasanya kita harus membantu pemerintah daerah untuk mengurangi angka stunting,” kata Ary Susetyo.
Baca Juga :
- Buka Kejurprov Sepatu Roda Porprov VIII Kaltim 2026, Pemkab Paser Tekankan Sportivitas dan Silaturahmi
- 211 Atlet Siap Berlaga di Sangatta, Paser Targetkan Prestasi Gemilang pada PORPROV KORPRI 2026
- Kemarau Belum Usai, Pemkab Paser Lanjutkan Bantuan Air Bersih hingga November
- Tinjau Venue Porprov VIII Kaltim, Bupati Paser Optimistis Fasilitas Siap Dukung Prestasi Atlet
- Pemkab Paser Dukung Pengembangan Layanan Keimigrasian di MPP
Beberapa rencana program BAAS di Kabupaten Paser, kata Ary, pihaknya akan melibatkan seluruh jajarannya termasuk menyiapkan fasilitas kesehatan guna menekan kasus stunting tersebut.
“Program ini akan melibatkan Babinsa yang ada di wilayah. Intinya kita berikan bantuan untuk meringankan kehidupan sehari-hari ditambah penyediaan fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Diketahui, berdasarkan data, jumlah anak stunting di Kabupaten Paser mencapai 2.145 orang atau 23,6 persen yang tersebar di seluruh kecamatan. (adv)






