Beranda / MNews Paser / PWI Paser Bedah Dua Tahun Kepemimpinan Fahmi-Masitah

PWI Paser Bedah Dua Tahun Kepemimpinan Fahmi-Masitah

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Malam refleksi dua tahun kepempinan Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Syarifah Assegah sukses digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Paser.

Acara yang dikemas dalam sebuah talkshow catatan kinerja pembangunan Paser MAS di tahun politik berlangsung secara hybrid dari Sekretariat PWI Paser Jalan Noto Sunardi, Tanah Grogot, Sabtu (18/3/2023) mulai pukul 21.00 wita.

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam talkshow ini yakni Sekretaris DPC PKB Zulfikar Yusliskatin, Wakil Ketua DPRD Paser Fadly Imawan serta Ketua MD KAHMI Azhar Baharuddin.

Dalam capaian hingga 2024 mendatang, pembahasan mengupas perjalanan 2 tahun dari sembilan program prioritas daerah melalui Paser MAS yang diklaim pemerintah daerah dapat mengurangi  persoalan yang kini dihadapi oleh masyarakat Paser.

Fadly Imawan mengatakan meski berbagai program masih ada perbaikan kinerja yang perlu diselesaikan, kepemimpinan dibawah Fahmi Masitah sejauh ini patut diapresiasi.

“Terlepas dari apresiasi berbagai capaian program prioritas Fahmi-Masitah, namun ada pula beberapa hal menjadi PR yang harus diselesaikan seperti masalah fasilitas kesehatan,” kata Fadly Imawan.

Baca Juga :

Senada dengan Fadly Imawan, Ketua MD KAHMI Azhar Baharuddin menyebut pelayanan kesehatan ini kerap dikeluhkan oleh masyarakat, tidak hanya fasilitas tetapi juga diagnosa oleh dokter.

“Diharapkan ada perhatian dan pengawasan lebih baik lagi, khususnya terhadap tenaga kesehatan kita,” terang Azhar.

Selain itu, Azhar juga mengapresiasi program satu guru satu laptop oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui instansi terkait, sehingga dapat membantu dalam proses belajar mengajar kepada peserta didik di era digital seperti saat ini.

Zulfikar Yuliskatin menjelaskan serangkaian capaian program dibawah komando Fahmi Masitah sangat baik, mulai dari infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat.

Dia juga mengungkapkan, selama ini Pemkab Paser sama sekali tidak anti kritik, karena hal itu dinilai dapat mengevaluasi kinerja pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pembangunan yang ada di Kabupaten Paser.

“Jika memang kinerja baik katakan baik, dan kalau buruk sampaikan buruk. Kritik itu bukan karena benci atau dislike terhadap pemerintah. Tapi ini masukan atau nutrisi mengevaluasi kinerja pemerintah agar lebih baik,” ungkapnya. (dr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *