
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Anggota DPRD Paser Basri Mansyur mendorong agar program beasiswa dan kuliah gratis dapat ditingkatkan dan diperluas agar semua masyarakat bisa merasakan.
Basri mengatakan anggaran mandatory spending yang saat ini sudah hampir 25 persen diharapkan oleh DPRD Paser bisa menjawab ketimpangan pembangunan.
Dia melihatnya saat ini program pendidikan tidak hanya berbicara pada persoalan sarana dan prasarana tapi juga peningkatan pendidikan.
“Kita jangan melihat ketimpangan pembangunannya sarana prasarana penunjang lainnya di pendidikan tapi bagaimana kita tekan kan pada peningkatan sumber daya manusia,” kata Anggota DPRD Paser Basri Mansur, Senin (21/10/2024).
Karena untuk Mandatory spending seyogyanya tidak hanya fokus pada pendidikan saja tapi juga peningkatan pendidikan secara menyeluruh.
“Peningkatan pendidikan yang kita maksud tidak hanya pada pembangunan juga bisa masuk pada bidang olahraga dan pariwisata dan kesehatan,” kata dia.
Dia mencontohkan, saat ini pemerintah daerah sudah melakukan kerjasama dengan Poltekes yang harapannya bisa menunjang tenaga kesehatan di Paser.
“Untuk tahun ini secara gratis dikuliahkan 300 orang di Poltekes, dan pada anggaran perubahan Dinas pendidikan juga sudah dilakukan dengan bekerjasama universitas Widya Gama Mahakam yaitu peningkatan rekognisi pembelajaran lampau untuk guru PAUD dan TK,” kata dia.
Sehingga ia berharap peran tenaga pendidik saat ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Dengan adanya bantuan dan beasiswa saat ini, lanjutnya, tidak ada alasan peningkatan sumber daya manusia dan pendidikan tidak bisa dilakukan.
“Untuk mereka yang perlu pembiyaan saat ini dari pusat hingga daerah sudah menyediakan beasiswa dari beasiswa PIP, hingga beasiswanya untuk mereka yang berprestasi dan tidak mampu,” pungkasnya. (Adv)






