
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah dan ruko yang difungsikan sebagai gudang LPG serta sarang walet di Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Selasa (19/3/2025) lalu.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA ini diduga dipicu oleh korsleting listrik. Menanggapi laporan yang diterima dari Kepala Desa Lori, Sudarmono, pada pukul 04.37 WITA, Grup Astra Agro melalui PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) langsung bergerak cepat.
Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dikerahkan ke lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam kebakaran, dua unit water supply tank, serta tiga unit pompa portable. Sebanyak 12 personel dari PT BIM-PPS bergabung dalam operasi pemadaman bersama 13 petugas pemadam kebakaran Kabupaten Paser, aparat kepolisian, serta Koramil setempat.
Administratur PT BIM-PPS, Pulung Iman Santoso, menegaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari komitmen sosial perusahaan.
“Sebagai bagian dari komunitas di Desa Lori, kami merasa terpanggil untuk membantu. Ini bukan hanya tanggung jawab sosial, tapi juga misi kemanusiaan yang harus kita junjung tinggi,” ujarnya.
Asisten Fire Management PT BIM-PPS, Anggy Setiawan, menambahkan bahwa timnya merespons laporan dengan sigap.
“Kami langsung menuju lokasi dengan peralatan lengkap. Berkat kerja sama yang solid, api berhasil dikendalikan sebelum menyebar lebih luas,” jelasnya.
Upaya pemadaman berlangsung selama empat jam, hingga api benar-benar padam pada pukul 08.27 WITA. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, M. Lukman Darma, mengapresiasi sinergi antar pihak dalam menangani kebakaran ini.
“Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat membantu dalam mempercepat pemadaman. Yang paling penting, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.
Meski kerugian materi akibat kebakaran ini cukup besar, penanganan cepat berhasil mencegah dampak yang lebih luas. Haji Baharudin, pemilik ruko yang terbakar, mengungkapkan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Tanpa kerja sama ini, mungkin api akan menyebar lebih luas,” ujarnya dengan haru.
Di akhir pernyataannya, Pulung berharap kerja sama dalam menghadapi situasi darurat dapat terus terjalin. Ditambahkan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci dalam menghadapi situasi darurat.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana dapat diminimalkan, serta keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
“Ketika kita bahu-membahu menghadapi tantangan, tidak ada yang terlalu besar untuk diatasi, dan tidak ada yang terlalu kecil untuk diperjuangkan,” tutupnya. (*)






