Beranda / MNews Paser / IPARI Paser Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Public Speaking, Perkuat Moderasi Beragama

IPARI Paser Gelar Pelatihan Konten Kreator dan Public Speaking, Perkuat Moderasi Beragama

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Paser menggelar Pelatihan Konten Kreator dan Public Speaking bagi para penyuluh agama lintas agama, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula PWRI tersebut diikuti puluhan penyuluh dari 10 kecamatan se-Kabupaten Paser sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Paser, Abdullah, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat peran penyuluh sebagai ujung tombak pelayanan umat. Menurutnya, nilai moderasi beragama harus melekat dalam setiap aktivitas penyuluhan.

“Moderasi beragama harus hidup dalam diri para penyuluh. Dari sanalah wajah keberagamaan Kabupaten Paser tercermin. Kita berharap daerah ini tetap kondusif, aman, dan terhindar dari konflik keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Paser, Muh. Ilham, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program awal IPARI pasca terbentuknya organisasi tersebut pada November tahun lalu, yang bertepatan dengan dinamika Pilkada.

Ia menyebut IPARI hadir sebagai wadah penyuluh lintas agama untuk menghadirkan warna baru dalam penyuluhan keagamaan di Kabupaten Paser.

Ilham menilai sebagian besar penyuluh sejatinya telah memiliki kemampuan public speaking dan kreativitas konten yang baik. Namun, pelatihan ini tetap penting sebagai ruang belajar bersama dan penyamaan visi.

“Kita perlu keseragaman dalam menyampaikan pesan keagamaan, terutama dalam semangat moderasi. Penyuluhan yang tidak menyejukkan berpotensi memicu gesekan dan konflik di masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, IPARI Paser berharap para penyuluh tidak hanya piawai berbicara di hadapan jamaah, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang damai dan mencerahkan.

“Konten kreator dan public speaking adalah dua kemampuan yang harus dimiliki penyuluh di era digital. Pesan agama harus disampaikan dengan cara yang relevan, menenangkan, dan melindungi masyarakat,” tambah Ilham.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *