
MNEWSKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kota Minyak, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (11/4/2022).
Aksi massa ini menyampaikam tuntutan yang sama dengan gerakan mahasiswa lain di gelar di bberagai daerah di Indonesia, termasuk di Gedung DPR RI Jakarta.
Mereka mengawali gerakannya dengan berkumpul di simpang Plaza Balikpapan sekira pukul 14.20 Wita. Kemudian massa melanjutkan aksi long march menuju halaman depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan dengan membawa spanduk.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Sejumlah poin tuntutan dibawa para mahasiswa ini. Tuntutannya antara lain penolakan perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024. Kemudian, menolak dan membatalkan kenaikan BBM serta PPN 11 persen.
Sementara itu, aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi damai ini. Sebanyak 683 personel gabungan Polri, TNI dan Satpol PP dikerahkan dalam pengamanan massa.
“Kami terjunkan 683 personel gabungan untuk mengamankan aksi damai ini,”
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso, Senin (11/4/2022)
Sejumlah kendaraan anti huru hara bersiap di lokasi unjuk rasa. Kawat berduri juga terpasang di depan gedung DPRD Kota Balikpapan. Mobil water canon dan pemadam kebakaran turut di siapkan guna mengantisipasi adanya potensi terburuk. (*)






