Beranda / MNewsiana / Membatinkan Pikiran (Part 1)

Membatinkan Pikiran (Part 1)

Oleh : Restu Aulia, S.Pd.I

A. Iman dan Islam tidak boleh dipisahkan!!!

Secara bahasa Iman dari akar kata sama dengan Aman (kesejahteraan dan kesentosaan) dan Amanah (keadaan bisa dipercaya atau diandalkan yang dalam istilah Inggris disebut trustworthiness). Iman secara istilah menyakini dengan setulus hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan seluruh anggota badan. Apa maksud ketiga hal tadi dari keseluruhan ajaran Islam? Apabila seseorang telah mengimani seluruh ajaran Islam, maka orang tersebut sudah dapat dikatakan mukmin.

Tanda-tanda keimanan dapat terlihat dari amal perbuatan yang dikerjakan karena kepribadian seseorang merupakan pancaran dari iman yang ada di dalam dirinya. Iman kepada Allah Swt merupakan pokok dari rukun iman. Keimanan kepada Allah Swt harus tertanam dengan benar kepada diri seseorang.

Iman suatu kompas sebagai bekal utama bagi seorang untuk menentukan arah kehidupannya. Kontek umat yang menyakini Islam adalah agama yang sempurna (QS.Al-Maidah: 3), dan diakui pada QS.Al-Imran:19, Sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah hanyalah Islam. Perlu dipahami fondasi Islam dan Iman tidak boleh dipisahkan karena didasarkan pada kemungkinan bahwa orang yang telah mengaku Islam masih terbuka peluang untuk melakukan perbuatan menyimpang dari ajaran dan ada kemungkinan melaksanakan perintah agama tanpa keikhlasan dan ketulusan. Dalam teologi Islam perbuatan yang menyimpang dan ada kemungkinan melaksanakan perintah agama tanpa keikhlasan dan ketulusan, sikap demikian disebut munafik.

Pengertian Islam bukan hanya sikap pasrah sebagai makna esensial yang dikandungnya, melainkan dalam arti menjalankan perintah lahiriyah yang disyariatkan oleh Rasulullah Saw. Jadi, kata Islam mempunyai arti patuh, tunduk, menyerahkan diri, dan selamat. Menurut istilah, Islam adalah mengajarkan agar manusia berserah diri dan tunduk sepenuhnya kepada Allah. Tunduk dan patuh serta menyerahkan diri dengan mengerjakan segala perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya. Orang seperti ini disebut muslim. Seseorang yang betul-betul muslim, hidup dan matinya hanya semata-mata untuk mencari keridaan Allah Swt sebagaimana disebutkan dalam Alquran QS Al-An’am : 62.

Atas nama Pengurus DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAII) Kabupaten Paser mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 H.

SETIAP ARTIKEL MNEWSIANA MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *