
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Mengunjungi Museum Sadurengas yang merupakan bangunan Kesultanan Paser di Kecamatan Paser Belengkong tak akan lengkap jika tidak singgah ke Masjid Jami Nurul Ibadah.
Lokasi masjid ini berada ditepi aliran Sungai Kandilo tepat disamping Museum Sadurengas yang dulu menjadi kediaman rumah Sultan Paser yakni Sultan Aji Tenggara Bin Aji Kimas yang lebih dikenal dengan Aji Geger.
Keberadaan Masjid Jami Nurul Ibadah ini diyakini untuk mempermudah anggota keluarga Kesultanan untuk beribadah. Selain itu juga sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat setempat yang sama-sama memanfaatkan masjid untuk ibadah.
Yang menarik, masjid yang berjarak lebih kurang 7 kilometer dari ibu kota Kabupaten Paser ini dengan waktu tempuh 15 menit, pengunjung bisa menyaksikan kemegahan dari arsitektur tradisional masjid yang tak lepas dari ornamen ukiran atau motif ukir merupakan salah satu perhiasan ukiran yang banyak terdapat pada bangunan- bangunan tua peninggalan Kesultanan Paser.
Ornamen ukiran bisa ditemui pada ventilasi jendela berbentuk seperti kipas. Ventilasi yang berfungai sebagai ventilator udara dan memasukkan sinar matahari kedalam masjid, juga memiliki makna kebangsawanan.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Motif ukir berbentuk daun dari tumbuhan lempinak juga tampak pada mimbar yang biasa dipergunakan khatib saat memberikan ceramah agama.
Daun dari tumbuhan lempinak sendiri memiliki makna kemakmuran dan sebuah pengharapan agar masjid atau rumah ibadah tersebut lebih dimakmurkan dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan keagaman dan beribadah dimasjid tersebut.
Hingga saat ini Masjid Jami Nurul Ibadah Paser Belengkong masih terjaga dan terawat dengan sangat baik. Masjid itu pun masih secara aktif digunakan umat muslim untuk beribadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Salah satu pengunjung, Saputra mengapresiasi pengelolaan cagar budaya seperti museum dan masjid peninggalan Kesultanan Paser tersebut sehingga selalu terjaga dalam kondisi bersih terawat.
“Alhamdulillah setahun sekali menyempatkan untuk berkunjung, kondisinya tetap terawat. Pengunjungnya juga cukup ramai, terlebih ketika lebaran Idulfitri,” kata Saputra. (adv)






