
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Mengunjungi Museum Sadurengas yang merupakan bangunan Kesultanan Paser di Kecamatan Paser Belengkong tak akan lengkap jika tidak singgah ke Masjid Jami Nurul Ibadah.
Lokasi masjid ini berada ditepi aliran Sungai Kandilo tepat disamping Museum Sadurengas yang dulu menjadi kediaman rumah Sultan Paser yakni Sultan Aji Tenggara Bin Aji Kimas yang lebih dikenal dengan Aji Geger.
Keberadaan Masjid Jami Nurul Ibadah ini diyakini untuk mempermudah anggota keluarga Kesultanan untuk beribadah. Selain itu juga sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat setempat yang sama-sama memanfaatkan masjid untuk ibadah.
Yang menarik, masjid yang berjarak lebih kurang 7 kilometer dari ibu kota Kabupaten Paser ini dengan waktu tempuh 15 menit, pengunjung bisa menyaksikan kemegahan dari arsitektur tradisional masjid yang tak lepas dari ornamen ukiran atau motif ukir merupakan salah satu perhiasan ukiran yang banyak terdapat pada bangunan- bangunan tua peninggalan Kesultanan Paser.
Ornamen ukiran bisa ditemui pada ventilasi jendela berbentuk seperti kipas. Ventilasi yang berfungai sebagai ventilator udara dan memasukkan sinar matahari kedalam masjid, juga memiliki makna kebangsawanan.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Motif ukir berbentuk daun dari tumbuhan lempinak juga tampak pada mimbar yang biasa dipergunakan khatib saat memberikan ceramah agama.
Daun dari tumbuhan lempinak sendiri memiliki makna kemakmuran dan sebuah pengharapan agar masjid atau rumah ibadah tersebut lebih dimakmurkan dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan keagaman dan beribadah dimasjid tersebut.
Hingga saat ini Masjid Jami Nurul Ibadah Paser Belengkong masih terjaga dan terawat dengan sangat baik. Masjid itu pun masih secara aktif digunakan umat muslim untuk beribadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Salah satu pengunjung, Saputra mengapresiasi pengelolaan cagar budaya seperti museum dan masjid peninggalan Kesultanan Paser tersebut sehingga selalu terjaga dalam kondisi bersih terawat.
“Alhamdulillah setahun sekali menyempatkan untuk berkunjung, kondisinya tetap terawat. Pengunjungnya juga cukup ramai, terlebih ketika lebaran Idulfitri,” kata Saputra. (adv)






