
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Anggota DPRD Kabupaten Paser Basri Mansyur menlaksanakan reses kedua Masa Sidang II 2023 di Desa Tanah Periuk, Jone, Pulau Rantau, dan Janju Kecamatan Tanah Grogot.
Kegiatan yang berlangsung dari 15 hingga 20 Mei 2023 mendapatkan banyak usulan dan menampung berbagai permasalahan yang disampaikan warga hampir sama seperti usulan fasilitas, infrastruktur jalan lingkungan, pipanisasi air bersih
Basri mengatakan dari empat lokasi yang dikunjungi dalam reses di Kecamatan Tanah Grogot itu ada yang berbeda dengan permasalahaan di Desa Tanah Priuk.
“Reses yang kami laksanakan di Desa Tanah Priuk ini, kami menerima keluhan bagaimana warga bisa meningkatkan pengelolaan hasil produksi pertaniannya,”
Basri Mansyur saat ditemui oleh MNewsKaltim.com di Tanah Grogot, Kamis (1/6/2023)
Kemudian dia menambahkan bahwa selama ini Desa Tanah Priuk sering mendapatkan gagal panen sehingga warga menginginkan ada solusi agar ada peningkatan produksi untuk hasil produksi pertanian mereka.
“Sebenarnya agak berbeda dengan lahan lahan yang ada di desa lain karena mereka ini hampir tiap tahunnya ada banjir musiman dan pada akhirnya banjir musiman ini berpengaruh dari pada gagal panen,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Dengan adanya kegagalan panen yang sering dilanda oleh warga Desa Tanah Priuk, Basri Mansyur mencoba mencarikan solusi terbaik karena menurutnya ini permasalahan bersama sehingga ia berharap pemerintah setempat lebih memperhatikan warga petani terkait dampak dampak banjir di setiap tahunnya.
“Kami dari DPRD sangat mendorong peran pemerintah untuk melakukan mitigasi terkait banjir musiman sehingga tidak terlalu berdampak pada hasil produksi pertanian, karena satu terdampak banjir maka semua petani disana terdampak gagal panen,” terangnya
Kemudian untuk desa lain, Politisi partai Golongan Karya tersebut mengatakan dari hasil reses tersebut, beragam aspirasi masyarakat akan ditampung dan dipertimbangkan untuk direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya. (adv)






