
MNEWSKALTIM.COM, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus berupaya dalam mewujudkan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di daerah setempat yang berwawasan lingkungan.
Terwujudnya kota tanpa kumuh ini menjadi salah satu misi Paser MAS (Maju, Adil, Sejahtera) untuk menjadikan kota di Kabupaten Paser yang maju, indah, layak huni, dan nyaman bagi masyarakat.
Guna mewujudkan hal itu, Bupati Paser dr Fahmi Fadli beserta rombongan melakukan studi tiru dalam rangka orientasi mengenai Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/9/2023).
“Kabupaten Paser menggali informasi atas keberhasilan Kabupaten Bandung yang mampu menata wilayahnya secara teratur melalui program KOTAKU,”
Bupati Paser dr Fahmi Fadli
Selain itu, studi tiru ini sebagai langkah persiapan Kabupaten Paser dalam menyambut pembangungan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tentunya memiliki dampak ke daerah penyangga IKN.
“Sebagai penyangga IKN, maka penataan wilayah harus dilakukan sehingga tidak ada bangunan yang tidak teratur dan terkesan kumuh dalam masifnya pembangunan di Kabupaten Paser,” paparnya.
Baca Juga :
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
- Demi Naik Kelas, 101 Pekebun Sawit Paser Antusias Kuasai Sertifikasi ISPO
- SMSI dan MA Kerja Sama Cetak Mediator Bersertifikat
- BPS Paser Terjunkan 264 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
Menurutnya, selama ini keseriusan Pemkab Paser mengatur kawasan yang bersih dan tidak kumuh dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Bupati Paser Nomor 653/KEP-116/2021 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh kawasan perkotaan.
“Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, persentase penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Paser cenderung meningkat,” jelasnya.

Keseriusan lainnya yang telah ditorehkan selama masa kepemimpinan Fahmi – Masitah yang biasa disebut Paser MAS itu tercatat pada tahun 2022 capaian akses air minum sebesar 66,88 persen, 2021 sebesar 70,14 persen dan pada 2023 mencapai 83,94 persen.
“Kami berharap ini bisa mengurangi ketimpangan antarwilayah melalui peningkatan aksebilitas infrastruktur yang berwawasan lingkungan,” kata Bupati. (ADV)






