
MNEWSKALTIM.COM, PASER – DPRD Paser mendukung langkah Pemerintah kabupaten (Pemkab) Paser untuk melibatkan elemen masyarakat dalam mencegah terorisme dan radikalisme.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Paser Aji Jarnawi dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Senin (29/7/2024).
Dalam kegiatan sosialisasi dihadiri oleh unsur forkopimda, Camat se Kabupaten Paser, ormas, unsur pelajar dan menghadirkan narasumber Letkol Inf Arifuddin Tundung dan DR Hj Sri Ayu Astuti dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur.
Anggota DPRD Kabupaten Paser Aji Jarnawi mengatakan harus ada sinergi antara pemerintah dengan masyarakat untuk pencegahan terhadap terorisme maupun radikalisme.
“Dalam pencegahan terorisme maupun radikalisme Pemkab Paser harus melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan forum kerukunan umat beragama (FKUB) setempat,” kata dia
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme sangat penting dilaksanakan sebagai upaya mendukung menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari paham radikalisme maupun terorisme.
“Pemerintah daerah harus menggiatkan program ini mengantisipasi terorisme melalui kegiatan sosialisasi tentang pencegahan terorisme kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga :
- Bidik Emas di Kandang Sendiri! AFI Paser Datangkan Pelatih Liga Profesional untuk Taklukkan Porprov Kaltim 2026
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
Dengan kegiatan ini yang dilaksanakan Bakesbangpol diharapkan sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman bahwa terorisme dapat mengganggu ketenteraman kehidupan masyarakat.
Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama sama mensosialisasikan terkait bahaya terorisme maupun radikalisme karena bisa merusak negara dan membahayakan hak asasi manusia.
“Dukungan masyarakat semestinya berperan aktif dalam pencegahan terorisme dan radikalisme yang dimulai dari lingkungan keluarga, RT, RW hingga kelurahan dan desa,” pungkasnya. (Adv)





