
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Pendopo Lou Bepekat Kabupaten Paser resmi diresmikan oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli dalam acara yang berlangsung pada Jumat (14/03/2025) pagi. Peresmian ini menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Paser dengan hadirnya gedung baru yang lebih modern dan representatif.
Acara peresmian ini dihadiri Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari, Anggota DPD RI Sinta Rosma Yenti, Kapolres Paser Novy Adi Wibowo, Dandim 0904/PSR Letkol Inf. Ary Susetyo, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Paser, Pengadilan Negeri, dan Pengadilan Agama Tanah Grogot. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan pentingnya peran Pendopo Lou Bepekat sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan di Paser.
Peresmian diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas PUPR Kabupaten Paser, Asnawi, yang menyoroti proses renovasi besar-besaran sejak tahun 2023. Sebuah video kilas balik juga ditayangkan untuk menggambarkan perjalanan pembangunan gedung ini hingga akhirnya selesai.
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, secara resmi meresmikan gedung tersebut dengan menekan tombol sirine yang disaksikan oleh sekitar 400 tamu undangan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Pendopo Lou Bapekat yang telah menjadi salah satu proyek prioritas daerah.
“Alhamdulillahi rabbil alamin, puji dan syukur kita haturkan kehadirat Ilahi Rabbi, bahwa pada Ramadhan yang ke-14 ini, kita memperoleh waktu yang sangat spesial untuk meresmikan salah satu mahakarya yang dibangun dengan APBD Kabupaten Paser. Pendopo ini akan menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan,” kata dr Fahmi Fadli
Pendopo Lou Bepekat awalnya dibangun pada tahun 1980-an saat Drs. Badarani Abbas menjabat sebagai Bupati Paser periode 1979-1984. Sejak saat itu, gedung ini telah digunakan untuk berbagai kegiatan tanpa pernah mengalami perbaikan besar hingga akhirnya direnovasi pada tahun 2023 dengan konsep yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Pembangunan pendopo ini dilakukan dalam tiga tahap dengan total anggaran APBD Kabupaten Paser sebesar Rp 62,17 miliar. Gedung baru ini kini dilengkapi dengan fasilitas modern seperti ruang rapat, ruang kerja, musholla, ruang makan, dan area merokok. Selain itu, pendopo ini juga akan berfungsi sebagai pusat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Bupati, meski pembangunan ini sempat menuai pro dan kontra, pemerintah tetap bertekad menghadirkan gedung yang representatif bagi masyarakat Paser.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan dan telekomunikasi, tetapi juga membangun ikon Paser yang dapat bertahan dalam beberapa dekade ke depan,” tegas Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan pendopo ini, termasuk para pengkritik yang turut memberikan masukan demi penyempurnaan proyek ini.
“Berbagai tantangan dan hambatan mewarnai perjalanan pembangunan, namun langkah kita tak pernah surut. Hari ini, kita meresmikan Pendopo Lou Bepekat sebagai langkah awal menandai kesiapan gedung ini untuk digunakan,” pungkasnya.
Dengan peresmian ini, diharapkan Pendopo Lou Bepekat dapat menjadi simbol baru Kabupaten Paser serta tempat yang bermanfaat bagi kegiatan pemerintahan dan masyarakat dalam jangka panjang. (dr)






