
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser mendukung adanya peningkatan kompetensi wartawan agar menghasilkan pemberitaan yang lebih berimbang dan bertanggungjawab.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKISP Paser Boy Susanto saat menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan dari media cetak, media online dan elektronik yang bertugas di Kabupaten Paser, Senin (27/7/2020)
“Kita sadari perlunya standar minimal kompetensi wartawan sehingga lebih profesional dalam menulis berita yang berimbang,” Plt Kepala DKISP Paser Boy Susanto
Plt Kepala DKISP Paser Boy Susanto
Pertemuan yang juga di hadiri Sekretaris DKISP Paser Djoko Bawono, Kabid Komunikasi Informasi Publik Husriansyah, Kasi Media Publik Ropi’i serta Kasi Kemitraan dan Pemberdayaan Komunikasi Nelson Pasaribu ini turut mengapresiasi keberadaan pers dalam membangun Kabupaten Paser.
“Informasi-informasi keberhasilan pemerintah daerah yang disampaikan oleh insan pers memiliki peran mempengaruhi kebijakan pembangunan di masa depan,” ucapnya.
Menurutnya, pertemuan rutin bersama para wartawan ini, selain bentuk pembinaan, juga sebagai sarana diskusi untuk saling bertukar fikiran dan berbagi informasi.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
“Dengan silaturahmi kita bisa bertukar fikiran serta informasi, karena peran pers sangat diperlukan sebagai gerbang komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat,” ungkapnya.
Dia juga mengingatkan para wartawan untuk turut bersama-sama memerangi pemberitaan mengandung unsur hoax atau disinformasi yang dapat mengganggu kondusifitas daerah.
“Kita minta teman-teman wartawan berperan aktif melawan berita hoax atau berita yang dapat menimbulkan kesalahpahaman akibat informasi yang kurang akurat,” terangnya.
Boy juga berharap kedepan dukungan dan kerjasama dari insan pers di Kabupaten Paser sehingga media di Kabupaten Paser bisa lebih maju dan berkembang. (adv/dkisp)






