Beranda / MNewsiana / Hobi Membaca, Membuka Jendela Dunia

Hobi Membaca, Membuka Jendela Dunia

Oleh : Hasvita Januarisna

Hobi yang dimulai sejak 26 tahun yang lalu, ketika diri ini sudah pandai membaca dan menulis. Terlahir dari kedua orangtua yang berprofesi sebagai Guru juga membuat membaca merupakan rutinitas sehari-hari. Ketika itu listrik dan televisi masih merupakan barang langka dan barang mahal yang tak ada di desa tempat menghabiskan masa kecilku, sehingga Buku adalah Jendela Dunia bukan hanya sekedar slogan belaka kala itu.

Setiap tahun SD tempatku menempuh pendidikan dasar selalu mendapat bantuan berupa buku-buku bacaan. Saat buku-buku baru datang, setiap hari waktuku lebih banyak dihabiskan untuk membaca semua buku-buku yang ada itu. Buku-buku yang diberikan biasanya sejenis buku cerita, cerpen, buku sastra, fiksi, buku hikayat, cerita kepahlawan, puisi,dll. Hingga saat ini isi buku-buku bacaan yang pernah dibaca itupun masih melekat kuat diingatan.

Saat proses membaca dilakukan secara otomatis imajinasi tentang isi bacaan akan langsung muncul seperti ketika menonton tayangan televisi. Buku-buku yang kala itu diberikan pun rata-rata berkualitas tinggi memiliki nilai edukasi mengandung pelajaran moral dan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan serta dapat membentuk karakter anak-anak usia sekolah dasar.

Setelah lulus sekolah dasar, pendidikan menengah pertamaku dilanjutkan di salah satu sekolah Negeri di kota Kabupaten. Tempat favorit kala itu adalah perpustakaan sekolah. Di perpustakaan ini bacaan buku yang ada lebih tertata dan lebih beragam serta banyak karya-karya sastra terkenal yang menjadi salah satu koleksinya. Tahun pertama di sekolah menengah pertama buku-buku cerita dan sastra rasanya ketika itu sudah langsung habis semua dipinjam dan dibaca, lanjut lagi hal sama pun terjadi ketika memasuki Sekolah Menengah Atas cukup di tahun pertama untuk melahap semua buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah.

Memasuki masa kuliah hobi membaca buku-buku cerita, novel dan karya sastra tidak lagi bisa sebebas biasa karna tuntutan proses perkuliahan yang memang cukup sibuk dan padat dengan segala macam tugas dan jadwal mata kuliahnya. Dan setelah memasuki dunia kerja hobi membaca ini pun semakin jarang dilakukan karena keterbatasan buku bacaan dan juga kesibukan yang hampir tiada akhirnya. Selain itu ketika kemajuan teknologi menghadirkan tayangan-tayangan Televisi tanpa batasan dan handphone canggih dengan segala macam fitur dan media sosialnya, sepertinya keberadaan buku bacaan menjadi semakin terabaikan.

Entahlah masihkah generasi-generasi sekarang memiliki hobi membaca buku bacaan dan karya sastra Indonesia ataukah sudah terkikis zaman dan berganti menjadi hobi menonton tayangan Televisi yang kebanyakan tanpa edukasi dan nilai moral atau hobi bermain Handphone dan membaca status di media sosial? Tak bisa dipungkiri fenomena yang terjadi memang itulah yang terjadi kini.

Sudah hampir jarang sekali anak-anak zaman sekarang memiliki hobi membaca buku-buku cerita atau karya-karya sastra Indonesia. Meskipun ada mungkin jumlahnya tak seberapa dibandingkan populasi anak dan remaja yang ada. Buku-buku semakin kehilangan ruang dan tempatnya.

Buku-buku hanya menjadi pajangan bisu dalam lemari-lemari berdebu dan mungkin kelak buku-buku hanya akan menjadi cerita yang tak lagi ada karena tak dibaca. Sebelum itu terjadi mari bersama kita tanamkan dan bangun kembali gairah-gairah generasi muda untuk membaca. Mulailah dari diri sendiri dan wariskanlah hobi membaca untuk anak-anak kita sebagai generasi-generasi penerus harapan Bangsa.

“Mari Budayakan kembali Membaca”
“Buku adalah Jendela Dunia”

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *