
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Swadya Masyarakat (LSM ) Kawal Borneo, dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati), di hotel Kyriad Sadurengas, Kamis (10/06/2021).
MoU terkait pelaksanaan program dukungan kelapa sawit berkelanjutan dilakukan dengan Program Maneger Kehati Metia Lembasing, serta Direktur LSM Kawal Borneo.
Baca Juga :
- Tak Sekadar Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Adu Bet Tenis Meja dengan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- PTPN Buka Peluang Lepas 240 Hektare Lahan di Desa Damit, Pemkab Paser Diminta Segera Bentuk Tim
- Tak Hanya Tuan Rumah, Bupati Fahmi Siap Turun Bertanding Lawan Atlet Mancanegara di Paser ITTC 2026
- Paser Bersiap Mendunia! Ratusan Atlet dari 5 Negara Siap Bertarung, Bupati: Jangan Sampai Mereka Kapok Datang ke Sini
- NISN Luar Daerah dan Berkas Tidak Valid Jadi Kendala Utama SPMB SMKN 1 Tanah Grogot, Orang Tua Diminta Bersiap
Dalam pendatangan tersebut turut hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Paser Ina Rosana, Kepala Bapedalitbang Muksin, dan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan DJoko Bawono
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli mengatakan MoU itu dilakukan dalam rangka mendukung masyarakat yang memiliki komoditas pertanian salah satunya kelapa sawit.
“Program yang akan dilakukan yaitu pemetaan penyiapan legalitas lahan hingga akan dibantu untuk penyusunan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB),”
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli
Bupati menilai jika perkebunan milik masyarakat telah memiliki legalitas, pemetaan dapat mendorong peningkatan mutu kelapa sawit sehingga nanti menambah pendapatan petani sawit.
“Salah satunya kerjasama petani dengan pelaku usaha sawit agar menjaga kestabilan harga sampai dengan ketersedian buah sehingga menumbuhkan perekonomian warga,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Djoko Bawono berharap perusahaan yang memiliki pabrik pengolah kelapa sawit dapat mendukung program ini dengan menjalin kemitraan dengan petani swadaya.
“Mudahan- mudahan nanti perusahaan pengolahan kelapa sawit mau bekerjasama dengan petani sawit,” kata Djoko. (adv)






