
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Wakil Bupati Syarifah Masitah Assegaf meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya, Jum’at (23/2021).
Kunjungan dalam rangka untuk mengecek kesiapan rumah sakit daerah dalam menangani lonjakan pasien Covid-19 itu juga turut didampingi Kepala Kejari Paser Mochamad Judhy Ismoro, dan sejumlah pejabat daerah.
Setelah meninjau rumah sakit Bupati meminta RSUD untuk memastikan ketersediaan oksigen dan tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Bupati juga menyoroti belum memadainya salah satu ruangan yakni ruangan Pangeran Panji yang saat ini digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.
“Ruangan ini tidak layak ditempati, harus ada perbaikan sehingga siap untuk penanganan Covid-19,” kata Fahmi.
Dia menambahkan, sejauh ini pihak RSUD Panglima Sebaya telah menyediakan 47 kasur untuk pasien Covid-19 dan tengah mempersiapkan penambahan menjadi 83 kasur.
Baca Juga :
- DPRD Paser Apresiasi Kideco Run 2026, Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan
- DPRD Paser Perdalam Raperda Penanggulangan Kemiskinan, Data Terpadu Jadi Perhatian
- DPRD Paser Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Dorong PAD Lebih Optimal
- DPRD Paser dan BPJS Ketenagakerjaan Bahas Perlindungan Pekerja, Sektor Konstruksi Jadi Perhatian
- DPRD Paser Siapkan Payung Hukum Fasilitasi Pesantren, Pansus II Mulai Serap Masukan
Bupati Fahmi mengingatkan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 harus sesuai prosedur dan peruntukannnya sehingga tidak ada persoalan hukum di kemudian hari.
“Setiap kegiatan dengan penganggaran ada mekanismenya, kami tak mau ada urusan hukum di kemudian hari,” katanya.
Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Panglima Sebaya, dr. Nurdiana memastikan ketersediaan oksigen di rumah sakit itu masih cukup.
Lanjut dr. Nurdiana, RSUD Panglima Sebaya telah mengusulkan sekitar Rp3,8 Miliar diantaranya Rp685 juta untuk keperluan oksigen dan selebihnya untuk perawatan bangunan.
“Dukungan beliau (bupati) besar bagi kami. Kami berharap mesin oksigen dapat berfungsi dan ruang perawatan dapat diperbaiki sehingga dapat digunakan maksimal,” kata Nurdiana. (adv)






