
MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Wakil Bupati Syarifah Masitah Assegaf meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya, Jum’at (23/2021).
Kunjungan dalam rangka untuk mengecek kesiapan rumah sakit daerah dalam menangani lonjakan pasien Covid-19 itu juga turut didampingi Kepala Kejari Paser Mochamad Judhy Ismoro, dan sejumlah pejabat daerah.
Setelah meninjau rumah sakit Bupati meminta RSUD untuk memastikan ketersediaan oksigen dan tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Bupati juga menyoroti belum memadainya salah satu ruangan yakni ruangan Pangeran Panji yang saat ini digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.
“Ruangan ini tidak layak ditempati, harus ada perbaikan sehingga siap untuk penanganan Covid-19,” kata Fahmi.
Dia menambahkan, sejauh ini pihak RSUD Panglima Sebaya telah menyediakan 47 kasur untuk pasien Covid-19 dan tengah mempersiapkan penambahan menjadi 83 kasur.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Bupati Fahmi mengingatkan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 harus sesuai prosedur dan peruntukannnya sehingga tidak ada persoalan hukum di kemudian hari.
“Setiap kegiatan dengan penganggaran ada mekanismenya, kami tak mau ada urusan hukum di kemudian hari,” katanya.
Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Panglima Sebaya, dr. Nurdiana memastikan ketersediaan oksigen di rumah sakit itu masih cukup.
Lanjut dr. Nurdiana, RSUD Panglima Sebaya telah mengusulkan sekitar Rp3,8 Miliar diantaranya Rp685 juta untuk keperluan oksigen dan selebihnya untuk perawatan bangunan.
“Dukungan beliau (bupati) besar bagi kami. Kami berharap mesin oksigen dapat berfungsi dan ruang perawatan dapat diperbaiki sehingga dapat digunakan maksimal,” kata Nurdiana. (adv)






