
MNEWSKALTIM.COM, KUARO – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli mengatakan sudah ada investor yang berminat untuk berinvestasi membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Paser.
Bupatipun tidak mengungkapkan lebih rinci siapa investor yang tertarik tersebut. Namun PKS itu direncanakan akan dibangun di salah satu kecamatan di Kabupaten Paser.
“Kami telah bertemu Investor untuk membangun pabrik kelapa sawit di Kecamatan Long Ikis atau Long Kali,”
Bupati Paser dr Fahmi Fadli di sela peresmian program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Kendarom Kecamatan Kuaro, Rabu (17/11/2021)
Diharapkan dengan pembangunan PKS tersebut, lanjutnya, upaya pemerintah daerah meningkatkan perekomian masyarakat, khususnya petani kelapa sawit dapat terwujud.
Hal itu juga didukung dengan penyediaan infrastruktur jalan pedesaan yang dimulai 2022 dengan anggaran Rp 600 miliar yang berasal dari pinjaman Bankaltimtara.
“Kami tidak ingin jika hasil produksi tidak bisa dibawa keluar untuk pemasaran. Untuk itu perbaikan jalan akan segera dilakukan dengan mengunakan metode rigid,” terangnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Pembangunan jalan poros desa dengan rigid, lanjut Bupati, agar petani mampu memaksimalkan penjualan hasil produksi pertanian.
“Kami bertekad dengan pembangunan infrastruktur ini akan membuat pertanian menjadi unggulan di Paser,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam peresmian program PSR, Fahmi menyinggung tentang kondisi dunia teknologi pertanian berkembang pesat dan dinamis sehingga membutuhkan kolaborasi antar stakeholder.
“Perlu keterpaduan yang baik antara kebijakan pemerintah, teori dan praktik di lapangan,” pesannya.

Fahmi juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Paser melalui dinas terkait selalu mendorong program-program berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
“Lahan sawit merupakan aset bagi masyarakat sebagai sumber pendapatan, untuk itu perlu dorongan dan dukungan,” kata Fahmi. (sas/rh)






