Beranda / MNews Paser / Tingkatkan Capaian Vaksin, Polres Paser Roadshow Vaksinasi hingga ke Pelosok Desa

Tingkatkan Capaian Vaksin, Polres Paser Roadshow Vaksinasi hingga ke Pelosok Desa

Kabag Ops Polres Paser, AKP Suwarno

MNEWSKALTIM.COM, TANA PASER – Polres Paser menerapkan metode jemput bola dengan menggelar roadshow vaksinasi untuk mendekatkan layanan penyuntikan vaksin Covid-19 ke masyarakat di tingkat kecamatan hingga desa.

Kapolres Paser melalui Kabag Ops Polres Paser AKP Suwarno mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya korps Bhayangkara meningkatkan cakupan program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Paser.

Berdasarkan data per 29 November 2021 realisasi cakupan vaksinasi Paser masih berada di 54%. Persentase ini masih tergolong dalam kategori rendah dibanding daerah lainnya di Kalimantan Timur.

“Kami terus berupaya untuk mempercepat vaksinasi di Paser tentunya dengan dukungan semua pihak,”

Kabag Ops Polres Paser AKP Suwarno, Selasa (30/11/2021)

Menurutnya, layanan roadshow vaksinasi yang digagas Polres Paser ini dinilai efektif untuk mendukung pemerintah daerah dalam mencapai sasaran vaksin, khususnya bagi masyarakat diluar ibukota Kabupaten.

“Karena di Tanah Grogot jumlah sasaran sudah cukup tinggi, sehingga dengan layanan roadshow ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat di kecamatan lainnya untuk mendapatkan vaksin,” ucapnya.

Suwarno membeberkan bahwa layanan vaksinasi ini telah berlangsung di tiga kecamatan yakni Kecamatan Long Kali, Long Ikis dan Muara Komam. Selanjutnya akan kembali menyasar kecamatan lainnya di Kabupaten Paser.

“Kami sudah jadwalkan untuk minggu depan akan melakukan vaksinasi massal di Kecamatan Batu Sopang, lalu di Muara Samu, dan Paser Belengkong serta menyusul kecamatan lainnya,” tutur Suwarno.

Setelah menuntaskan roadshow vaksinasi Covid-19 di tingkat kecamatan, sambungnya, layanan jemput bola ini akan kembali berlanjut menyasar hingga ke pelosok desa.

Untuk mengoptimalkan vaksinasi sistem jemput bola ini, Polres Paser akan memprioritaskan desa-desa yang tercatat memiliki cakupan vaksinasi rendah.

“Kami akan melihat desa mana yang cakupan vaksinnya rendah, itu yang akan diutamakan untuk dilakukan vaksinasi,” terangnya.

Baca Juga :

Dia menjelaskan, selama ini mekanisme untuk menjalani vaksinasi, para calon penerima vaksin harus melalui pengecekkan data kependudukan. Apabila telah sesuai dan terdata, maka kemudian dilanjutkan ke tahapan screening dan penyuntikan.

“Tetapi yang identitasnya belum terdata di Disdukcapil, maka diimbau untuk diaktifkan terlebih dahulu NIKnya, setelah itu baru bisa divaksin,” jelasnya.

Namun hal teknis seperti ini, lanjutnya, menjadi kendala di daerah yang tidak memiliki jaringan telekomunikasi dan internet karena pengecekan serta penginputan data harus dilakukan secara online.

“Sehingga mekanismenya, tim nakes akan masuk ke desa tersebut dan masyarakat yang memiliki KTP bisa langsung disuntik vaksin. Setelah selesai, data akan diinput di daerah yang memiliki signal,” ucapnya.

Karena sistem vaksinasi ini terintegrasi dengan data Disdukcapil Paser, kata Suwarno, maka bisa langsung diketahui apakah NIK tersebut telah terdata atau belum dalam database kependudukan.

“Ketika ditemukan NIK yang belum terdata, maka diarahkan mengurus ke Disdukcapil. Setelah data klir, tim nakes akan menginput ulang dan baru mengeluarkan sertifikat vaksinnya,” kata Suwarno. (rh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *