
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Berada dibalik jeruji besi tidak menghalangi semangat warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanah Grogot untuk menghasilkan karya bernilai tinggi.
Salah satunya mengasah keterampilan dalam bidang kerajinan kayu sehingga meningkatkan nilai ekonomi produk seperti lemari, kursi, meja, dan furniture lainnya.
Kepala Rutan Tanah Grogot, Doni Handriansyah, mengatakan dalam mewujudkan pembinaan kemandirian yang berkualitas, pihaknya mengupayakan dengan menjalin kemitraan bersama stakeholder.
“Rutan Tanah Grogot melalui program pembinaan meulbel mampu memproduksi berbagai macam furniture dengan kualitas tinggi, tentunya bernilai ekonomi,”
Kepala Rutan Tanah Grogot, Doni Handriansyah, Rabu, (17/5/2022)
Doni mengakui, meski Rutan Tanah Grogot merupakan unit pelaksana paling selatan dari Provinsi Kalimantan Timur ini penuh dengan keterbatasan dalam hal sarana dan prasarana, namun pihaknya memiliki komitmen kuat mengembangkan program pembinaan kemandirian yang ada.
“Keinginan kami agar warga binaan mempunyai bekal yang cukup untuk kembali ke tengah-tengah kemasyarakat nantinya,” ujarnya.
Ditambahkan, hasil produk kerajinan kayu yang diciptakan oleh warga binaan ini juga telah diakui dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Forkopimda Kabupaten Paser dalam berbagai kesempatan ketika berkunjung ke Rutan Tanah Grogot.
“Produk furniture yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang bagus, tidak kalah lah sama buatan diluar, Pak bupati dan Bu Wakil Bupati aja ketika pertama kali melihat langsung pesan lemari,” ucap Doni.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Doni menjelaskan, selain pogram pembinaan kemandirian mebel, adapula pembinaan yang tataboga, pertanian perikanan dan lainnya. Tentunya dengan produktivitas dan nilai jual yang tinggi, mampu menyetorkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari hasil penjualan produk tersebut.
“Secara tidak langsung warga binaan juga dapat ikut andil dalam memberikan pendapatan kepada negara,” pungkasnya. (rh)






