
MNEWSKALTIM.COM, GOWA – Proses pencarian Tim Sar Gabungan terhadap korban tanah longsor yang terjadi di Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa kembali dilanjutkan pada Jumat 18 November 2022.
Pencarian hari ketiga ini fokus mencari dua korban tersisa yang belum ditemukan, yakni Nursyamsia (26) dan Muh Royan (8).
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Keduanya merupakan korban yang terseret material tanah longsor saat melintas di jalanan Dusun Sapiria pada Rabu 16 November 2022 lalu.
Pencarian Tim Sar Gabungan dibagi menjadi dua, ada Tim yang fokus memeriksa material longsoran tepat di bawah tebing pinggir sungai dan tim lainnya mencari di sungai dengan menggunakan tali untuk pengaman.
Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Djunaidi mengatakan, menjelang siang, sekitar pukul 13.05 Wita, satu korban akhirnya ditemukan setelah material longsoran di pinggir tebing dipindahkan.
“Korban yang diidentifikasi atas nama Nursyamsia (26) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi untuk diserahkan ke pihak keluarga,”
Djunaidi, Jumat (18/11/2022)
Total hingga hari ini sudah 6 korban yang ditemukan meninggal dunia, sisa satu korban atas nama Muh Royan (8) yang dalam pencarian.
“Hingga menjelang malam tidak ditemukan tanda keberadaan korban. Karena kondisi sudah gelap maka proses pencarian hari ini dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi,`jelas Djunaidi. (Oid)






