
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Setelah lebih dari dua tahun diterjang pandemi Covid-19, kini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mulai menunjukan geliat kebangkitannya
Seperti usaha pengolahan sagu di Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser. Sebagai produk unggulan daerah, kini usaha tersebut kembali mulai menampakkan geliatnya pasca ikut terdampak pandemi Covid-19.
Dedi salah satu pelaku usaha yang mengaku sudah menggeluti usaha pengolahan sagu sejak 30 tahun silam. Usaha yang dijalani turun temurun itu dimulai dari sang ayah itu terus ditekuninya hingga saat ini.
“Mulanya orang tua yang merintis sebagai pekerjaan sehari-hari dari tahun 1992, dan dilanjutkan hingga sekarang,”
Pelaku usaha, Dedi
Dedi mengaku beruntung ditengah terpaan pandemi Covid-19, usahanya mampu bertahan. Walaupun, tidak ada pesanan sama sekali karena pemberlakuan pembatasan kegiatan.
“Awal pandemi kami sempat libur mengolah sagu, karena pembelinya kebanyakan berasal dari luar daerah seperti dari Kalsel dan Balikpapan,” jelasnya.
Dedi menambahkan, usaha yang dijalaninya sempat mengalami penurunan omzet yang sangat drastis, dan hingga kini masih terus bertahan menghadapi dampak dari pandemi Covid-19 yang pertama kali mulai terjadi awal 2020.
“Kalau dihitung-hitung, omzet yang kami terima turun hingga 70 persen dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19,” ucapnya.
Di masa transisi pemulihan ekonomi pasca-pandemi, usaha yang digeluti puluhan tahun itupun kembali menggeliat dan kembali terjadi peningkatan omzet yang signifikan.
“Alhamdulillah, sejak mulai tahun kedua pandemi, penjualannya sudah mulai perlahan kembali normal. Apalagi pembatasan kegiatan perlahan dilonggarkan mengingat pembelinya dari luar daerah,” terangnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Setiap harinya, Dedi mampu memproduksi sagu sekitar dua kwintal menggunakan alat mesin sederhana yang pernah diganjar penghargaan Juara 1 dalam Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Kabupaten Paser itu.
“Untuk bahan dari pohon sagu yang bisa menghasilkan sekitr dua kwintal sagu. Untuk pengolahannya sudah menggunakan mesin yang didesain sederhana,” tuturnya.
Dedipun berharap, Pemerintah Daerah dapat terus mendukung penuh pertumbuhan UMKM di Kabupaten Paser agar lebih tumbuh berkembang dan berdaya saing di masyarakat.
“Semoga pemerintah dapat selalu memberi bantuan dan pembinaan atau pelatihan kepada pelaku usaha di Paser,” kata Dedi. (adv)






