
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf mendukung pembentukan Kampung Tangguh pada desa-desa di Kabupaten Paser sebagai kemandirian masyarakat memerangi narkoba.
Dukungan itu disampaikan Wabup saat menghadiri pencanganan perdana Kampung Tangguh Anti Narkoba di di Halaman Kantor Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Selasa (7/6/2022) pagi.
“Dengan adanya Kampung Tangguh ini, desa-desa akan memiliki daya cegah dan tangkal dalam menghadapi hal-hal penyalahgunaan narkoba di masyarakat,”
Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf
Wabup mengatakan, program Kampung Tangguh Anti Narkoba sejalan dengan program BNK dan BNN melalui Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dalam pemberantasan narkoba sedini mungkin.
Dia menyebut, kasus penyalahgunaan narkoba menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kalangan dewasa, tetapi juga merambah kepada anak-anak dan wanita.
“Harapannya program Kampung Tangguh seperti ini tidak hanya di Desa Tepian Batang, tetapi bisa dibentuk di desa-desa lainnya dimana seluruh komponen masyarakat dapat dilibatkan dalam pencegahannya,” ucapnya.
Melalui Kampung Tangguh ini, lanjut Masitah, diharapkan agar semua stakeholder yang terlibat dapat ikut aktif dan berperan serta mencegah peredaran sekaligus melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
“Selama ini kita terus berjuang, walaupun kondisinya sudah memprihatinkan, maka diperlukan sinergi untuk mencegah terperosoknya generasi muda dalam bahaya narkoba,” ucapnya.
Selain itu, Wabup juga mengingatkan peran serta orang tua memegang peranan penting dalam mencegah generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
“Orang tua juga perlu memiliki pengetahuan seputar bahaya penggunaan narkoba sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam pendampingan,” jelasnya.
Bagi orang tua yang anaknya terindikasi dalam penyalahgunaan narkoba, Dia meminta agar dapat sesegera mungkin memberikan informasi kepada kepolisian dan BNK.
“Jangan takut melaporkan jika ada anggota keluarga yang terindikasi mengkonsumsi, sesuai komitmen bersama Kapolres hanya akan melakukan upaya pembinaan berupa rehabilitasi,” ujarnya.
Baca Juga :
- Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung, Diduga Terima Rp1,5 Miliar Terkait Kasus PNBP
- Bawaslu Paser Gencarkan Edukasi Demokrasi, Perkuat Peran Generasi Muda Mengawal Pemilu 2029
- Ratusan Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Trisakti, Karantina Kalsel Perketat Pengawasan
- Rakorda Kaltim di Paser: Data Bencana 2025 Jadi Alarm Keras untuk Daerah
- Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Kawal Pemilu 2029
Masitah menambahkan, Pemkab Paser juga berkomitmen menyatakan perang terhadap narkoba secara masif diawali dengan mengelar tes urine bagi pegawai. Hal itu untuk memastikan penyelenggara negara bersih dan bebas narkoba.
“Kami terus melakukan perang dengan tes urine hampir 1000 pegawai. Nantinya dilanjutkan dengan menyasar siswa sekolah, aparat desa hingga masyarakat,” kata Wabup.
Sementara, Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta mengatakan pembentukan kampung tangguh ini sebagai upaya nyata Polres Paser dalam mencegah, memberantas dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba di masyarakat.
“Melalui kampung tangguh ini penindakan lebih ditekankan pada tindakan pencegahan dan diiharapkan masyarakat bisa terhindar dari bahaya narkoba,” kata Budi.
Dia mengingatkan, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan apabila didukung penuh seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait.
“Mari bersama-sama kita menjaga dan melindungi generasi muda penerus bangsa dari pengaruh bahaya narkoba,” pungkasnya. (adv)






