
MNEWSKALTIM.COM, PASER – Wakil Ketua Komisi II DPRD Paser Basri Mansyur meminta Pemkab Paser untuk membangun sistem insfratruktur pengendalian banjir berupa polder.
Diketahui masalah banjir yang terjadi di pusat ibukota dan dibeberapa titik kecamatan di Kabupaten Paser seperti Long Kali dan Muara Komam sehingga kerap kali menimbulkan dampak negatif yang ditimbulkan setelahnya.
Basri mengatakan untuk mengentaskan persoalan dengan membangun pengendali banjir dengan sistem Polder telah diusulkan dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2024.
“DPRD Paser terus mendorong agar usulan ini segera terealisasi dan mampu mengantisipasi permasalahan banjir di Kabupaten Paser,”
Basri Mansyur, Sabtu (13/5/2023)
Beberapa hal yang juga menjadi catatan legislator Partai Golkar Paser itu, penanganan banjir yang disebabkan meluapnya air sungai seperti yang terjadi di Sungai Telake, Kecamatan Long Kali bisa pula dengan melakukan pengurukan di aliran hulu sungai.
Diapun meminta, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser bisa segera melakukan pengerukan di sungai yang terjadi pendangkalan.
Baca Juga :
- Mulai 8 Juni, Polres Paser Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Penindakan ETLE Jadi Prioritas
- Rutan Tanah Grogot Gelar Razia Blok Hunian Bersama TNI-Polri, Target Utama Bersih
- Bobol Brankas Riza Phone Tanah Grogot, Pria Asal Jone Gasak 34 HP Senilai Rp119 Juta
- Remaja Masjid Agung Nurul Falah Aktif Bantu Pelaksanaan Kurban Iduladha 1447 H
- Refleksi Profesi Menuju Konferkab PWI (Paser 2026-2029)
Untuk daerah perkotaan, kondisi ini diperparah kapasitas saluran drainase yang kurang optimal sehingga terancam banjir saat hujan deras.
“Penanganan bagian hulu harus menjadi prioritas kemudian dilanjutkan dengan normalisasi drainase yang ada,” jelasnya. (adv)






