Beranda / Pemkab Paser / Pemkab Paser Komitmen Lindungi dan Lestarikan Bahasa Daerah

Pemkab Paser Komitmen Lindungi dan Lestarikan Bahasa Daerah

Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf / Foto : humas

MNEWSKALTIM.COM, PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap perlindungan dan kelestarian bahasa daerah yakni bahasa Paser.

Pelestarian budaya bahasa daerah menjadikan kualitas sumber daya manusia di Paser terutama buat para generasi muda dapat menjadi meningkat dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan visi Paser MAS yang Maju, Adil dan Sejahtera.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf dalam kegiatan Diseminasi Penguatan Program Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Paser yang digelar Kantor Bahasa Kalimantan Timur, Kamis (25/5/2023).

“Penguatan revitalisasi bahasa daerah ini ,

sangat penting kita lakukan karena eksistensi bahasa daerah yang sudah mulai tergerus,”

Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf

Wabup menilai banyak faktor yang melatarbelakangi pergeseran nilai bahasa daerah yang selama ini memegang peranan penting sebagai identitas jatidiri, ciri khas,alat komunikasi dan instrumen selama berabad abad.

“Kekayaan luar biasa ini mulai pudar diantaranya karena kurangnya penutur bahasa daerah,baik itu dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat,” ucapnya

Sebagai salah satu wujud pelestarian bahasa Paser, lanjutnya, Pemkab Paser telah mengirimkan 70 orang yang terdiri dari guru, pengawas dan kepala sekolah ditingkat SD dan SMP untuk mengikuti program pengembangan profesi revitalisasi bahasa daerah pada 2022 lalu.

“Kami berharap para guru di Paser bisa lebih bersemangat untuk belajar menguasai bahasa paser dengan baik dan benar, karena memang tidak semua guru merupakan penduduk asli,” jelasnya.

Ditambahkan, upaya lain menjaga pelestarian bahasa Paser diakui Masitah sapaan akrab Wabup yaitu melalui penerapan kurikulum muatan lokal bahasa Paser untuk diajarkan di sekolah sekolah di Kabupaten Paser.

“Penerapan metode pembelajaran harus dibuat lebih menarik lagi dengan memanfaatkan kecanggihan tehknologi agar para siswa tidak merasa bosan untuk belajar bahasa,” kata Masitah.

Baca Juga :

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Kaltim Halimi Hadibrata mengatakan, komitmen Pemkab Paser dalam mendukung revitalisasi bahasa Paser mendapatkan apresiasi dari Mendikbudristek RI Nadiem Makarim kepada Bupati Paser Fahmi Fadli.

“Komitmen dukungan revitalisasi bahasa Paser itu dibuktikan dengan diundangnya Bupati Paser sebagai satu-satunya Bupati di Kaltim untuk menerima penghargaan dari Mendikbudristek RI pada Februari lalu,” ucapnya.

Halimi juga mengingatkan generasi muda agar selalu bangga dengan bahasa daerah, sehingga bahasa Paser tidak terkikis menyongsong Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim pada 2024 mendatang.

“Dengan melestarikan bahasa daerah kita memiliki benteng menghadapi dan kembali menghidupkan bahasa daerah yang terancam hilang,” kata Halimi. (adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *